Selasa, 12 Agustus 2014

Perkembangan Bersifat Aktif vs Pasif

Posted by Admin On Selasa, Agustus 12, 2014 No comments




Hari pertama Dea dan Nabila masuk sekolah, nampak Dea yang selalu bersembunyi di belakang rok ibunya, sedangkan Nabila asyik berkenalan dan bermain dengan teman-teman barunya. Kenapa perilaku Dea dan Nabila berbeda ? Apakah pengasuhan orang tua yang berbeda antara Dea Nabila ? Atau Nabila tergolong anak yang aktif dalam bersosialisasi dibandingkan dengan Dea ?

Sebuah kontroversi antara aktif dan pasif seseorang dalam perkembangan, disebutkan pada (Modul Psikologi Perkembangan Anak Universitas Terbuka) filsuf Inggri, John Locke menyatakan bahwa seorang anak kecil adalah tabula rasa atau kertas kosong yang akan dicoret-coret oleh masyarakat. Anak dipandang sebagai organisme pasif yang secara utama dibentuk oleh kekuatan eksternal dalam lingkungan. 

Beda halnya dengan filsuf Prancis, Jean Jacques Rousseau, percaya bahwa anak dilahirkan dengan akhlak yang baik. Ia cenderung akan berkembang ke arah yang positif kecuali mendapat tekanan yang kuat dari lingkungan. pandangan tersebut menjadi pelopor bagi model perkembangan organismik. Model ini melihat orang-orang sebagai organisme yang aktif dan tumbuh, yang mengatur jalan perkembangan sendiri.

Kedua pandangan terseut dipandang terlalu menyederhanakan segala sesuatu. Anak-anak mempunyai dorongan dan kebutuhan internal mereka sendiri. Anak-anak adalah agen aktif yang membentuk, mengontrol dan mengarahkan jalan perkembangan sendiri. Anak-anak adalah pencari informasi yang penuh rasa ingin tahu yang secara sengaja berusaha untuk memahami dan mengeksplorasi dunianya. Anak juga memiliki faktor herediter yang mpengaruhi perkembangan, tetapi anak adalah juga makhluk sosial yang tidak dapat mencapai perkembangan yang optimal tanpa campur tangan lingkungan. Guru, orang tua, dan teman tidak secara sederhana membentuk anak. Anak secara aktif memodifikasi tindakan orang tuanya dan orang lain yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 11 Agustus 2014

Faktor Hereditas vs Faktor Lingkungan

Posted by Admin On Senin, Agustus 11, 2014 No comments


Sebelum membahas Faktor Hereditas vs Faktor Lingkungan, Masnonok.com mengajak Anda mengetahui hal berikut:

Nature, kualitas dan karakteristik bawaan yang diturunkan dari biologis atau orang tua kandung, faktor tersebut merupakan pemberian biologis sejak lahir. Informasi herediter yang diterima anak dari orang tua pada saat pembuahan akan mempengaruhi karakteristik dan keterampilan anak kelak dewasa nanti.
Nurture, kekuatan kompleks dari dunia fisik dan sosial yang mempengaruhi susuan biologis dan pengalaman psikologis anak sejak sebelum dan sesudah lahir. Faktor ini meliputi semua pengaruh lingkungan, termasuk didalamnya pengaruh dari keluarga, teman sebaya, sekolah, lingkungan masyarakat dan budaya.

Masnonok.com, pernah memiliki pengalaman mengajar di TK TRISULA I Bojonegoro. Ada dua peserta didik sebut saja Tata dan xxx. Tata sudah mahir membaca dan pintar menyelesaikan soal-soal hitungan sederhana, orang mungkin tak akan merasa heran. Karena ayahnya adalah peneliti, ibunya dosen yang sangat kritis di perguruan tinggi. Satu anak lagi bernama xxx teman sekelas tata, juga memiliki kemampuan membaca dan berhitung yang melebihi anak-anak seusianya padahal kedua orangtuanya hanya tamatan Sekolah Dasar dan sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dari cerita orang tua xxx diketahui bahwa mereka saling memotivasi anaknya untuk semangat belajar. Agar kehidupan xxx kelak menjadi lebih baik daripada orang tuanya.

Mana yang berpengaruh dalam perkembangan, faktor herediter ataukah faktor lingkungan ? nature seperti Tata dan nurture seperti xxx ? Masnonok.com mengajak anda harus sadar dan percaya bahwa kecerdasar anak secara kuat dipengaruhi oleh pengalaman, dan berusa khusus untuk anak seperti membacakan buku cerita, menawarkan permainan yang dapat anak membatu dan memotiviasi untuk belajar. Jika anda percaya bahwa kecerdasan anak merupakan suatu sifat bawaan dan tidak dapat diubah, maka anda tidak akan melakukan usaha-usaha yang dapat membantu anak untuk belajar.

Isu Faktor Hereditas vs Faktor Lingkungan cukup intens diperdebatkan. Lalu yang mana yang harus kita buat acuan untuk anak kita. Kita abaikan isu tersebut, yang terpenting adalah sepandai apapun anak kita dan sekurang apapun anak kita, kita sebagai orang tua harus tetap memberi motivasi kepada anak untuk terus belajar. Kesimpulan Masnonok.comkita harus mengeksplorasi bagaimana faktor biologis yang kita warisi itu bisa dibentuk, dimodifikasi, dan diarahkan sehingga anak kita bisa menjadi Anak Indoneisa yang Hebat

Minggu, 10 Agustus 2014

Isu Perkembangan

Posted by Admin On Minggu, Agustus 10, 2014 No comments


                Sejumlah isu perkembangan menjadi perdebatan di antara para ahli perkembangan. Seberapa banyak perkembangan dipengaruhi oleh kematangan dan pengalaman (nature dan nurture) ?  Apakah perkembagan itu lebih bersifat aktif atau sebaliknya pasif ? seberapa besar perkembangan dibedakan oleh kontinuitas dan diskontinuitas ? seberapa banyak pula perkembangan dipengaruhi oleh pengalaman masa dini dan kemudian ? Mana yang lebih berpengaruh : faktor situasional ataukah karakteristik individual ? apakah budaya bersifat universal ataukah karakteristik individual ? apakah budaya bersifat universal atau lebih bersifat relatif dalam pengaruhnya terhadap perkembangan seseorang ? Bagaimana pula dengan perubahan itu sendiri : apakah merupakan sesuatu yang bersifat stabil ataukah terbuka ? Pertanyaan –pertenyaan tersebut mengarah kepada sejumlah isu yang akan dibahas pada artikel selanjutnya...... !!!!

Sampai berjumpa pada artikel berikutnya ...

Sabtu, 09 Agustus 2014

Periode Rentang Kehidupan

Posted by Admin On Sabtu, Agustus 09, 2014 No comments

  Konsep pembagian rentang kehidupan ke dalam sejarah periode merupakan kontruksi sosial, artinya pembagian tersebut merupakan sebuah gagasan yang secara lua diterima oleh anggota masarakat bahwa terdapat sejumlah karakteristik yang khas pada waktu tertentu dilihat dari persepsi dan amsumsi subjektif. Hari demi hari mengalir terus tanpa ada perbedaan, kecuali kesan perbedaan yang dibuat oleh seseorang. Saudara.... mari kita simpulkan bahwa “ tidak akan ada waktu yang dapat diartikan secara objektif tentang kapan seorang anak menjadi orang dewasa, atau orang dewasa menjadi tua”.
Dulu anak sering dipandang dan diperlakukan seperti orang dewasa mini. Sekarang di negara  berkembang anak-anak sering bekerja berdampingan dengan orang yang lebih tua. Perkerjaan yang sama dan juga dilakukan dalam waktu yang sama. Di negara maju remaja adalah perkembangan yang populer. Sedangkan pra-industri, konsep tentang remaja tidak akan pernah ada. Namun beda lagi dengan masyarakat Gusii di Kenya, sama sekali tidak pernah ditemukan adanya konsep usia tengah baya.
Dalam masyarakat industri barat, periode rentangkehidupan dibagi 8 periode berurutan yang seara luas diterima. Perubahan yang penting terjadi pada periode sebelum lahir (prenatal). Dimana seseorang mengalami perkembangan dalam aspek fisik-motorik, kognitif, dan sosial emosional melalui masa bayi, masa kanak-kanak l, usia sekolah, remaja, dewasa muda, dewasa madya, dan dewasa akhir.
Pembagian rentang kehidupan ke dalam 8 periode, rentang sia adalah sebuah perkiraan dan sifatnya sedikit subjektif. Pada masa dewasa tidak ada tanda-tanda fisik dan sosial yang memisahkan periode-periode tersebut secara jelas. Seperti usia sekolah tidak ditandai masuk sekolah, dan usia remaja tidak ditandai Pubertas. Perbedaan individu juga ada dalam cara orang-orang berhadapan dengan ejadian atau isu yang khas pada tiap periode. Contoh anak usia 18 bulan sudah diajari buang air kecil dengan mandiri (dilakukan sendiri tanpa bantuan orang tua). Ada pula di usia 3 baru di ajari hal tersebut. Contoh lagi orang dewasa tidak sabar pensiun, sedangkan yang lain mungkin tidak mau pensiun dini. Dalam Modul Psikologi Perkembangan Universitas Terbuka dijelaskan oleh para pakar “kebutuhan-kebutuhan perkembangan dasar tertentu harus dipenuhi dan tugas-tugas perkembangan harus dikuasai selama tiap periode untuk terjadinya perkembangan yang normal”.
Semoga artikel “Periode Rentang Kehidupan” ini dapat menambah wawasan kita semua.

Jumat, 08 Agustus 2014

Aspek-Aspek Perkembangan

Posted by Admin On Jumat, Agustus 08, 2014 No comments


Perkembangan sebenarnya tidak terjadi dalam kotak yang terpisah namun untuk menyederhanakan dan memudahkan pembahasan, perkembangan sering di bagi ke dalam beberapa aspek. Namun aspek-aspek perkembangan ini ada yang menyebutkan versi.1 ada 5,  versi.2 ada 6. Kita bisa menyesuaikan pada kurikulum atau ketentuan dari kebijakan Pemerintah.
Ke-5 aspek-aspek perkembangan diantarnya adalah :

1. Nilai-Nilai Agama dan Moral
2    2. Bahasa
            3. Sosial Emosional
4    4.  Kognitif
5    5. Fisik Motorik (Halus dan Kasar)
 l
Sedangkan versi.2 bisa masuk Seni, seni terkadang terkadang berdiri sendiri, terkadang pula bisa masuk dalam ke-5 aspek-aspek perkembangan tersebut.

Ada pula para ahli perkembangan  (dijelaskan pada Modul Psikologi Perkembangan Anak Univrsitas Terbuka) sering membagi aspek-aspek perkembangan ke dalam 3 area besar yaitu, aspek fisik, kognitif dan psikososial. Pembagian kedalam jumla aspek yang lebih sedikit bukan berarti menjadi meniadakan beberapa aspek yang sebelumnya sudah ada. Dalam pembagian ke dalam tiga aspek besar ini, beberapa aspek yang dianggap memiliki akar yang sama digabungkan menjadi satu aspek, misalnya aspek bahasa, moral, dan kognitif dibahas dalam satu bagian yaitu aspek kognitif.

Sekalipun dibahas secara terpisah-pisah, aspek-aspekperkembangan sebenarnya saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kesemua aspek tersebut sangat terpenting buat anak-anak.

Site search

    Blogger news

    Blogroll

    About